Senin, 11 April 2016

Sekuntum Tulip Setangkai Sakura

Judul                      : Sekuntum Tulip Setangkai Sakura
Penulis/Pengarang: Iis W. Kartadinata
Kategori                : Sastra/Novel
Tebal                      
: 278 halaman 
Harga                     
: Rp 60.000,-



Tentang "Sekuntum Tulip Setangkai Sakura"

Novel kesatu:  Sekuntum Tulip Setangkai Sakura
            Tulip adalah bunga kebanggaan Belanda. Sedangkan Sakura adalah bunga khas negeri Tenno Heika. Ungkapan tersebut adalah gambaran kehidupan seorang gadis Sunda bernama Narosah. Gambaran marginal di masa akhir penjajahan Belanda dan sebuah masa, ketika munculnya orang-orang putih sipit di negeri ini. Dia hidup dalam bayang-bayang kekuasaan tuan Van Den Hook, dan harus menjalani separuh kisah hidup bersama seorang perwira Jepang.

Novel Kedua: Kembang Pelakon
            Kinasih adalah pemain sandiwara yang digandrungi di kota itu. Diawali oleh peristiwa Bandung Lautan api, membuat kelompok sandiwaranya harus mengungsi ke wilayah Ciwidey. Dari situlah kisah ini dimulai. Kehidupannya semakin berwarna ketika dia berkenalan dengan seorang pemuda pejuang bernama Permana. Namun, perasaan keduanya sulit dipadukan secara lahir. Terlalu banyak persoalan yang datang mendera. Dari pihak keluarga, peperangan, hingga bumbu-bumbu masa lalu Kinasih yang juga sempat dicintai oleh seorang Dai Nipon (tentara Jepang).


Klik tombol di bawah ini untuk memesan!



Klik tombol di bawah ini untuk memesan melalui Tokopedia!


Klik tombol di bawah ini untuk memberikan review, kritik, atau testimoni!

Cara Belanja Di gemintangkarya.com

Silahkan pesan item ini dengan menghubungi Contact Toko yang tertera di sidebar kanan (untuk device mobile ada di bagian bawah), harap disertakan Kode Item atau Nama Item ketika order barang. Barang dikirimkan sehari setelah transaksi selesai. Atau silahkan pesan langsung via tombol Whatapps dan SMS di bawah ini. Admin toko akan langsung merespond pesanan Anda.

Pesan Sekarang SMS Sekarang

2 Reviews

Novel Sekuntum Tulip Setangkai Sakura memiliki ciri khas yang berbeda dari novel kebanyakan. Cerita yang disuguhkan terasa segar dan memberikan sensasi yang berbeda.

Walaupun cerita yang disajikan mengambil latar tahun 1942-an, tapi dengan pemilihan kata yang segar dan atraktif membuat pembaca ikut berimajinasi dan merasakan kesegaran dalam ceritanya.

Terlebih penulis dengan cerdik menyuguhkan landscape cantik kota Bandung tempo dulu, khususnya Ciwidey (Lebamuncang). Hal tersebut memberikan nuansa lain dan menimbulkan rasa rindu untuk membayangkan kota Bandung pada zaman dulu.

Asli kece parah bukunya.
Terima kasih untuk penulis, telah melahirkan novel yang berbeda dari yang biasanya.
sepertinya imajinasi saya kembali bangun dari tidur panjangnya. Terasa segar.

Cara terbaru untuk memberikan tertimoni di arenabuku.com dengan langsung menulis di kolom komentar!
EmoticonEmoticon